Penulis Machmud, Editor: Ropi'i 3 menit baca 3x dibaca
TANA PASER – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Paser, dipicu berkurangnya pasokan daya dari sejumlah pembangkit serta adanya pemeliharaan peralatan.Hal itu disampaikan dalam penjelasan terkait kondisi kelistrikan saat ditemui di Kantor PLN ULP Tanah Grogot, Senin,(26/10/26)
Kondisi tersebut mendorong PT PLN (Persero) melakukan pengaturan beban guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan yang lebih luas.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Paser, Adi Maulana, mengapresiasi kontribusi PLN dalam memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah pedesaan.
Menurutnya, upaya tersebut telah menunjukkan kemajuan, dengan jumlah desa yang belum teraliri listrik dilaporkan tersisa empat desa pada 2026, dari sebelumnya sekitar 12 desa.
Ia menjelaskan, belum terjangkaunya sejumlah desa oleh jaringan listrik dipengaruhi berbagai kendala, mulai dari faktor geografis hingga persoalan kawasan dan aksesibilitas.
misalnya, menghadapi kendala terkait kawasan cagar alam dan keberadaan perkebunan kelapa sawit,terkendala letak wilayah yang terpencil serta belum tersedianya akses jalan darat yang memadai.
“PLN sudah sangat banyak membantu masyarakat Paser melalui pemerintah daerah. Kita berharap seluruh desa bisa masuk jaringan PLN. Kalau sekarang masih ada desa yang belum teraliri listrik, itu juga karena faktor geografis,” ujarnya.
Adi menambahkan, pemerintah daerah berharap perluasan jaringan listrik dapat terus dilanjutkan hingga seluruh desa memperoleh akses listrik.
Dukungan masyarakat, terutama dalam penyediaan lahan serta penyelesaian persoalan ganti rugi tanah dan tanaman yang terdampak pembangunan jaringan, juga diperlukan untuk memperlancar proses tersebut.
Terkait pemadaman bergilir, ia memahami bahwa PLN menghadapi keterbatasan pasokan daya dan kebutuhan pemeliharaan peralatan.Karena itu, pengaturan beban menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga agar sistem kelistrikan tetap stabil.
Sementara itu, Manajer PLN Tanah Grogot, Raka, menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di Kalimantan Timur dipengaruhi gangguan pada sejumlah pembangkit serta pemeliharaan yang sedang berlangsung.
Sistem kelistrikan di wilayah tersebut terintegrasi melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan gardu induk, dengan pasokan energi yang bersumber dari pembangkit milik PLN maupun perusahaan swasta.
Menurutnya, gangguan pada sejumlah pembangkit swasta dan pemeliharaan terjadwal menyebabkan daya mampu pasok berkurang. Akibatnya, ketersediaan listrik tidak sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada waktu tertentu.
Untuk mengantisipasi gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir. Langkah ini bertujuan menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus menjaga kestabilan sistem agar tidak mengalami gangguan besar atau blackout.
Raka menjelaskan, apabila kebutuhan listrik mencapai 100 satuan, sedangkan daya yang tersedia hanya 80 satuan, terdapat kekurangan 20 satuan yang harus diatasi melalui pengaturan beban. Jika ketidakseimbangan tersebut tidak dikendalikan, kestabilan sistem berpotensi terganggu dan dapat menyebabkan pemadaman yang lebih luas serta membutuhkan waktu lebih lama untuk pemulihan.
Dalam pelaksanaannya, pengaturan jadwal pemadaman dikoordinasikan dengan PLN di Balikpapan. PLN di tingkat daerah juga dapat mengusulkan penyesuaian jadwal dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas, seperti pelayanan rumah sakit, kegiatan pemerintahan, dan pendidikan.
PLN turut berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi fasilitas pelayanan penting. Koordinasi dilakukan agar sekolah yang menyelenggarakan tes akademik dapat memperoleh pasokan listrik selama kegiatan berlangsung. Namun, penyesuaian tersebut tetap mempertimbangkan kondisi pasokan pembangkit dan kebutuhan listrik aktual di lapangan.
Selain kapasitas pembangkit, perubahan pola konsumsi masyarakat juga memengaruhi pelaksanaan pengaturan beban. Ketika kebutuhan listrik meningkat, pengurangan beban yang diperlukan dapat bertambah. Sebaliknya, apabila konsumsi menurun dan pasokan kembali mencukupi, pemadaman yang telah dijadwalkan berpeluang tidak perlu dilaksanakan.
PLN berharap kondisi pasokan listrik di Kalimantan Timur segera membaik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal tanpa pemadaman bergilir. Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah dan masyarakat tetap diperlukan, baik untuk membantu menghadapi kondisi kelistrikan saat ini maupun mempercepat perluasan jaringan listrik ke desa-desa yang belum terjangkau
Bagikan berita ini
- Kategori
- Pemerintahan
- Berita
Tanggapan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi tanggapan.
Terima kasih, komentar Anda sudah kami terima.
Komentar akan tampil setelah ditinjau oleh pengelola situs.