Kasrani Latief: Pemerintah Harus Lebih Perhatikan Pendidikan Nonformal Demi Tingkatkan SDM Indonesia
SAMARINDA – Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kalimantan Timur, Kasrani Latief, meminta pemerintah pusat memberi perhatian lebih besar pada jalur Pendidikan Nonformal dan Informal untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Menurut Kasrani, PNFI memiliki peran strategis yang tidak kalah penting dari pendidikan formal. “Pendidikan nonformal fleksibel dalam kurikulum dan metode belajar. Ini jadi solusi untuk menjangkau anak putus sekolah, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil yang belum tersentuh sekolah formal,” ujarnya, Kamis (1/5/2026).
Kasrani menympaikn apresiasi kepada pemerintah atas terbitnya Perpres No. 35 Tahun 2026 tentang Struktur Bru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang kembali menempatkan PNFI di tingkat Direktorat Jenderal sendiri. Menjadi Dirjend PAUD, Dikdas dan PNFI. Dimana sebelumnya hanya bergabung dalam Dirjen PAUD dan Dikdasmen.
“Kami minta Kemendikdasmen memberikan perhatian yang lebih kepada PNFI agar program Paket A, B, C, kursus, dan pendidikan masyarakat bisa berjalan optimal,” tegas Kasrani Latief.
Kasrani menambahkan, dalam Sistem Pendidikan Nasional, PNFI berfungsi mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat masyarakat Indonesia. Jika dikelola serius, jalur ini dapat mempercepat pemerataan akses pendidikan dan mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Hardiknas harus jadi momentum. Jangan sampai warga Kaltim dan Indonesia tertinggal hanya karena mereka tidak bisa mengakses jalur formal. Negara wajib hadir lewat PNFI,” tutupnya.

