Bukan Hanya Makanan, Olahan Rumput Laut di Paser Juga Jadi Minuman Herbal dan Produk Kesehatan
Tana Paser – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser Rizky Noviar mengatakan, produk olahan dari rumput laut yang dikerjakan masyarakat bukan hanya menghasilkan makanan, tapi juga bisa menghasilkan minuman herbal hingga produk kesehatan.
Hal itu disampaikan Rizky di sela peninjauan produk olahan rumput laut di Desa Muara Telake, Kamis(30/04/2026).
“Saat ini kelompok masyarakat telah mampu menghasilkan sedikitnya 12 jenis olahan rumput laut, mulai dari amplang, kerupuk, cemilan, hingga minuman herbal dan olahan lainnya bahkan inovasi juga terus dikembangkan seperti mie rumput laut, jus, hingga campuran produk kesehatan berbasis herbal,” kata Rizky.
Pemkab Paser, kata Rizky , terus mendorong pengembangan produk olahan rumput laut hasil pelatihan masyarakat di Desa

Upaya ini difokuskan pada penguatan branding, pemasaran, hingga legalitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Rizky menilai, olahan rumput laut yang dihasilkan masyarakat memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik dari sisi variasi maupun kualitas.
“Kita ingin produk olahan rumput laut ini tidak hanya diproduksi, tetapi juga memiliki branding yang jelas sehingga lebih dikenal masyarakat luas.,” ujarnya.

Kepala Desa Muara Telake Hasanudin mengatakan, produk olahan rumput laut warganya saat ini sudah siap berkembang.
Saat ini kemampuan produksi kelompok usaha sudah siap berkembang.

Namun, masih terdapat sejumlah kendala utama, terutama pada aspek pemasaran dan perizinan.
“Kami sudah bisa produksi dan bahkan terus berinovasi, termasuk membuat amplang dari rumput laut dan minuman herbal. Tapi kendala kami ada di pemasaran dan izin usaha seperti NIB dan PIRT,” kata Hasanudin
Selama ini, dirinya khawatir produk yang kami hasilkan sudah beredar di pasaran, namun menggunakan label pihak lain karena izin usaha kami belum lengkap.
Ia juga menambahkan bahwa bahan baku rumput laut di wilayah Muara Telake sangat melimpah dan berkualitas, sehingga tidak menjadi kendala dalam produksi.

Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana produk bisa dipasarkan lebih luas dengan identitas dan kemasan sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Disnakertrans Paser berkomitmen untuk membantu fasilitasi perizinan usaha, pelatihan digital marketing hingga peluang akses permodalan melalui program pemerintah.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan produk olahan rumput laut dari Muara Telake dapat berkembang menjadi unggulan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pewarta: Machmud, Editor: Hutja

