Ketua GPMB Paser Ajak Jadikan Idul Adha 1447 H Momentum Tingkatkan Literasi di Desa
Tana Paser – Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Paser Dr. Kasrani Latief, M. Pd, mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H sebagai pengingat untuk meningkatkan budaya literasi, khususnya di wilayah desa dan kelurahan.
Dalam pernyataannya, Ketua GPMB Paser menyebut semangat pengorbanan dan berbagi pada Idul Adha dapat diperluas maknanya menjadi berbagi ilmu dan akses bacaan bagi sesama.
“Idul Adha adalah tentang berkorban untuk hal yang lebih besar. Kalau kita korbankan sedikit waktu dan rezeki untuk menyediakan buku, mendirikan pojok baca, atau mengajar anak-anak membaca, itu juga bentuk kurban sosial. Kurban untuk masa depan desa,” ujarnya saat ditemui di Tana Paser, Rabu [27/05/2026].
Ia menjelaskan, rendahnya minat baca di beberapa desa di Paser masih menjadi tantangan. Momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha bisa dimanfaatkan untuk mengintegrasikan kegiatan literasi dengan kegiatan sosial keagamaan.
Menurutnya, panitia kurban di desa bisa menyisipkan pembagian buku bacaan anak, dongeng, atau bahan edukasi bersamaan dengan pembagian daging kurban. Selain itu, masjid dan musala dapat difungsikan sebagai ruang baca sederhana setelah kegiatan ibadah.
“Literasi bukan hanya tugas guru dan pustakawan. Orang tua, tokoh agama, pemuda, semua punya peran. Kalau semangat gotong royong Idul Adha kita arahkan untuk membangun taman baca desa, dampaknya akan terasa jangka panjang,” katanya.
Ketua GPMB Paser juga mengapresiasi desa-desa yang sudah menginisiasi perpustakaan desa dan rumah baca mandiri. Ia berharap setelah Idul Adha, semakin banyak komunitas dan kelompok pemuda yang bergerak menghidupkan ruang baca di lingkungan masing-masing.
GPMB Paser sendiri berencana menggelar program “Buku Kurban Ilmu” pasca Idul Adha, dengan mengumpulkan dan mendistribusikan buku layak baca ke desa-desa dampingan. Kasrani mengakhiri penjelasannya.

