BeritaPerikanan

Dinas Perikanan Paser Beri Pelatihan Pengolahan Pakan Fermentasi kepada Bumdes Suliliran Baru

Tana Paser – Guna memperkuat sektor perikanan budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Paser memberikan pendampingan teknis kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Suliliran Baru Kecamatan Paser Belengkong, Selasa (3/02/2025).

Menurut Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Dadang Suherman, pendampingan dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola oleh BUMDes Subaru Apik, badan usaha milik desa itu.

 “Pembinaan ini merupakan langkah strategis daerah dalam menjaga ketersediaan protein hewani bagi masyarakat,” kata Dadang.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, pembinaan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Daerah kepada para pembudidaya maupun pemerintah desa yang mengembangkan usaha budidaya perikanan.

“Pembinaan ini agar pengelolaan di media keramba ini berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal,” ujarnya.

Perikanan budidaya air tawar, kata Dadang, merupakan instrumen penting dalam ketahanan pangan dan menjadi kewajiban Dinas Perikanan untuk melakukan pembinaan.

Dalam kegiatan itu, Tim teknis tidak hanya melakukan monitoring rutin, tetapi juga membekali pengelola dengan teknik fermentasi pakan.

Tim Teknis Dinas Perikanan, Ismujioni, memberikan pelatihan langsung kepada pengelola KJA, Samsudin, mengenai pemanfaatan probiotik EM4.

Inovasi ini dinilai untuk meningkatkan kualitas pakan. Dengan fermentasi, kadar protein pada pakan meningkat sehingga lebih mudah terserap oleh ikan. Selain faktor gizi, teknik ini berdampak positif pada ekosistem waduk.

“Penggunaan EM4 membuat kualitas air lebih terjaga karena membantu penguraian kotoran ikan secara alami. Ini sangat penting untuk menekan kadar amonia yang sering kali menjadi pemicu keracunan pada ikan di keramba,” kata Ismujioni.

Sekretaris Desa Suliliran Baru, Sunardi, menyambut baik kehadiran tim dari Dinas Perikanan. “Kami sangat membutuhkan pendampingan teknis seperti ini agar program benar-benar berhasil hingga masa panen nanti,” kata Sunardi.

Ia berharap sinergi ini tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja, melainkan terus berkelanjutan. “Terima kasih atas ilmu fermentasi pakan yang diberikan hari ini. Dengan pendampingan yang konsisten, kami yakin hasil produktivitas BUMDes akan jauh lebih maksimal ke depannya,” tuturnya.

Pewarta: Irfan, Editor: Hutja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *