BPS Paser Gelar Sensus Ekonomi, Sasar Sektor Usaha, Pertanian dan Lembaga Pendidikan
BPS Paser Gelar Sensus Ekonomi, Sasar Sektor Usaha dan Lembaga Pendidikan
Tana Paser – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser menggelar Sensus Ekonomi mulai Mei hingga Agustus 2026 yang menyasar sektor usaha muali dari usaha mikro hingga usaha makro termasuk lembaga pendidikan.
Kepala BPS Paser, Bayu Agung Prasetio, mengatakan sensus yang dilaksanakan 10 tahun sekali ini memakan waktu lebih lama dari sensus 10 tahun sebelumnya dikarenakan adanya tambahan objek sensus yakni sektor usaha pertanian.
*Sensus ekonomi 10 tahun sekali. Kalau sebelumnya sensus hanya sebulan, sekarang hampir empat bulan. Sensus ini mencakup semua sektor usaha termasuk sektor usaha pertanian yang sebelumnya masuk dalam sensus pertanian.,” kata Bayu di ruang kerjanya, Rabu (13/05/2026).
Waktu yang lebih lama ini, menurut Bayu, agar masyarakat dapat dapat berpartisipasi aktif mengikuti sensus.
“Kami ingin berikan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus, semuanya akan kita data. Kalau masyarakat di Juni atau Mei masih sibuk bisa tercakup di bulan Juli atau Agustus,” ujar Bayu.
Di pertengahan Mei sampai pertengahan Juni, lanjut Bayu, BPS Paser melakukanpengisian bersama ke usaha mikro menengah dan usaha besar
Saat ini BPS Paser telah melakukan pengisian bersama di sekolah-sekolah baik itu yang di bawah Kemenag maupun Dinas Pendidikan.
Tidak terlepasnya lembaga pendidikan sebagai objek dalam sensus ekonomi, kata Bayu, dikarenakan adanya aktivitas ekonomi di dalam sekolah berupa penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun aktivitas ekonomi lain seperti pembayaran listrik, internet, dan lain-lain.
“Karena satu aktivitas ekonomi berkaitan dengan satu aktivis ekonomi lain,” ujar Bayu.
Setelah melakukan sensus di lembaga pendidikan, lanjutnya, BPS Paser juga akan melakukan sensus ke usaha jasa konstruksi, pertambangan, dan perkebunan.
Setelah itu, petugas akan melanjutkan sensus ke pelaku usaha dan rumah-rumah warga pada 15 Juni hingga 31 Agustus.
“Petugas akan mendata aktivitas usaha dan aktivitas pertanian, serta memperbaharui variabel sosial ekonomi rumah tangga,” katanya
Dalam sensus ini BPS Paser mengerahkan 270 petugas ad hoc. Saat ini dalam proses perekrutan petugas .
Sensus ini, kata Bayu, akan memberikan data terkait daftar usaha ekonomi serta struktur ekonomi yang nantinya dapat dimanfaatkan Pemda untuk perencanaan program perekonomian.
Sementara manfaat sensus bagi dunia usaha, kata Bayu, akan menjy gambaran potensi usaha dalam beberapa tahun kedepan sehingga pelaku usaha dapat mengetahui jenis usaha potensial yang apa yang dapat dikembangkan.
Bayu mengimbau pelaku usaha dan masyarakat dapat berperan aktif dalam sensus ini dan menjawab pertanyaan petugas sesuai kondisi ril.
“Karena ini akan jadi data base besar yang akan bermanfaat bukan hanya pemerintah tapi bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Bayu.
Pewarta: Hutja, Editor: Ropi’i

