Jelang Porprov Kaltim 2026, Pemkab Paser dan FASI Gelar Kejuaraan Paralayang
Tana Paser – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser secara resmi membuka Event kejuaraan internasional paralayang, International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Series 1 Tahun 2026.
Berlokasi di Bukit Sultan (Sultan Hill), Desa Lempesu, Kecamatan Pasir Belengkong, ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung mulai Kamis (4/6/2026) hingga Minggu (7/6/2026).
Kegiatan ini merupakan seri pembuka dari rangkaian kalender Event Nasional FASI tahun 2026 untuk cabang olahraga paralayang kategori ketepatan mendarat (Accuracy Landing).
“Selain bertujuan untuk pembinaan atlet, kejuaraan ini menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Paser dalam mempromosikan potensi wisatanya melalui konsep Paser Sport Tourism yang diikuti 70 Atlet, termasuk Top 20 Dunia,” kata Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari saat membuka kegiatan tersebut.

Ikhwan mengatakan dirinya merasa bangga dapat menyambut para atlet terbaik dunia di Bumi Daya Taka. “Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Paser,” ungkapnya.
Tercatat sebanyak 70 atlet—yang terdiri dari 40 atlet senior dan 30 atlet junior—turut berpartisipasi mulai dari atlet Nasional DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara Kalimantan Timur, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Balikpapan, Kabupaten Paser (Tuan Rumah) hingga atlet luar Negeri Malaysia, Jerman, Ukraina dan Slowakia
Ia menambahkan, terlaksananya kegiatan ini berkat sinergi Pemerintah, Swasta, dan Pemberdayaan UMKM.

Apresiasi khusus disampaikan Wabup kepada Sultan Paser, Jarnawi, atas perhatian penuhnya dalam pembangunan dan penyediaan fasilitas di venue Sultan Hill agar representatif digunakan untuk kejuaraan dunia.
Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan aktif perusahaan mitra seperti Kideco untuk terus berperan dalam memberdayakan UMKM masyarakat lokal.
“Keterlibatan dalam mendampingi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara sangat penting, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga. Hubungan harmonis inilah kunci kemajuan pariwisata yang inklusif,” tambahnya.
Ia berharap sektor pariwisata yang dikelola dengan baik ini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ajang pemanasan menuju Porprov Ke-8 Kaltim ini selain memajukan pariwisata, Sultan Hill juga telah ditetapkan sebagai venue resmi untuk cabang olahraga paralayang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-8 Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Kapuster TNI AU) sekaligus Ex Officio Sekretaris Jenderal FASI Pusat, Marsekal Pertama TNI Ignatius Wahyu Anggono.
Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini adalah instrumen penting untuk mengukur kemampuan atlet sebelum bertanding di ajang yang lebih tinggi.
Dalam arahannya, Marsma TNI Ignatius memberikan pesan tegas kepada seluruh atlet dan ofisial terkait kedisiplinan dan keselamatan terbang:
“Ketahui kemampuan diri kita dan pahami situasi alam. Jangan sekali-sekali kita meremehkan dengan mengatakan ‘sudah biasa’, atau terlena dengan alam yang begitu indah. Itulah tantangan awal dari sesuatu yang tidak kita sangka-sangka,” ucapnya.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan bahwa meski kemenangan adalah tujuan, sportivitas dan persahabatan adalah hal yang paling berharga.
“Semoga IPAC ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet paralayang Indonesia yang berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” pungkasnya.
Pewarta: Asmadi, Fotografer: Machmud , Editor: Hutja

