Berita

Rakorda PPPA Tekankan Peran Desa dalam Mencegah Kekerasan Perempuan

Tana Paser – Rapat Koordinasi Daerah Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakorda PPPA) yang digelar Pemerintah Provinsi Kaltim di Kabupaten Paser, 11-13 Februari 2026, menekankan peran desa dan kelurahan dalam mencegah kekerasan pada perempuan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan Rakorda yang mengusung tema “Memperkuat Peran Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak Serta Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak Menuju Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kalimantan Timur” itu digelar sebagai wadah sinkronisasi program lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif di seluruh wilayah Kaltim.

“Tiga pilar utama yang harus dicapai adalah Ramah Perempuan, Layak Anak, dan Ruang Bersama Indonesia (RBI),” kata Seno yang membuka Rakorda di Gedung Lou Bapekat Pendopo Bupati Paser.Ia menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi perempuan agar mampu membantu kesejahteraan keluarga.

Ia meminta DP3AKB tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi untuk melatih perempuan dalam usaha rumahan.

Menurutnya ada kaitan erat antara kemiskinan (khususnya warga di golongan desil 1 dan 2) dengan tingkat kekerasan anak.

“Jika perempuan berdaya, ekonomi keluarga membaik, maka angka kekerasan akan menurun. Anak-anak akan tumbuh dengan gizi cukup dan kasih sayang, bukan menjadi korban dampak konflik ekonomi,” tegasnya.

RBI diproyeksikan sebagai muara akhir setelah pemberdayaan perempuan dan kelayakan anak tercapai. Ruang ini nantinya akan diisi oleh tenaga terdidik yang memahami kebutuhan tumbuh kembang anak secara komprehensif.

Bupati Paser, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. H. Romif Erwinadi, M.Si., menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan menjadikan Paser sebagai tuan rumah. Ia menyampaikan bahwa program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) adalah prioritas yang sejalan dengan visi Paser TUNTAS (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera).

“Frasa ‘Tangguh’ dalam visi kami bermakna terwujudnya SDM yang produktif, sehat, dan mandiri. Ini bukan sekadar program, tapi perubahan budaya agar desa menjadi ruang bebas kekerasan,” ujar Romif.

Dari 2 desa pada tahun 2022, kini telah berkembang pesat menjadi 15 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak hingga akhir 2025.Puskesmas Pasir Belengkong telah tersertifikasi oleh Kementerian PPPA RI sebagai Pelayanan Ramah Anak Puskesmas (PRAP).

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dituntut untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap perempuan dan anak dari ancaman kekerasan seksual yang belakangan ini angkanya cukup menonjol.

Melalui Rakorda ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga media.”Mari hadirkan Ruang Bersama Indonesia yang aman dan nyaman. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pembangunan nasional, tutup Romif.

Pewarta: Asmadi, Editor: Hutja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *