Berita

Pemkab Paser Lengkapi Dokumen Dukung Penilaian Smart City Tahap II

Tana Paser – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) Kabupaten Paser Evaluasi Tahap II Program Menuju Kota Cerdas Smart City Tahun 2024 secara daring, di ruang Command Center Diskominfostaper, Senin (4/11/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Katsul Wijaya mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Paser, Kepala Diskominfostaper, Arief Rahman, Polres Paser, dan Kepala Perangkat Daerah.

Dalam sambutan Pjs. Bupati Paser, Sekda Katsul mengatakan, Pemkab Paser terus berupaya melakukan percepatan implementasi Smart City yang diwujudkan dalam 6 pilar Smart City.

“Pada pilar government strategi pembangunan yang kami fokuskan pada peningkatan pelayanan publik yang berkualitas transparan, akuntabel dan bebas korupsi serta peningkatan pendapatan daerah dan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien dan akuntabel,” kata Katsul.

Lebih lanjut Katsul mengatakan, implementasi Smart City di Paser terlihat pada perwujudan implementasi Smart government antara lain peningkatan manajemen tata kelola pegawai, peningkatan pelayanan publik yang transparan dan bebas korupsi serta pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien.

Pada pilar Smart Branding, pembangunan di Pasrr berfokus pada peningkatan perekonomian melalui peran UMKM, koperasi serta usaha jasa lainnya yang dititik terapkan pada penataan PKL dan sektor informal lainnya pada kawasan perdagangan peningkatan kelembagaan koperasi dan UMKM serta peran bidang pariwisata dan ekonomi kreatif pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

“Pilar Smart Economy strategi pembangunan di fokus pada peningkatan perekonomian melalui peningkatan investasi dan revitalisasi pasar tradisional yang dititik gelap kan pada penguatan peran UMKM, Koperasi, Pariwisata ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan untuk mendukung ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Selanjutnya, dalam pilar Smart living dan Smart Society, kata Katsul, strategi pembangunan di Paser berfokus pada perujutan kabupaten Pintar untuk mewujudkan Paser MAS  yaitu Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera dengan peningkatan infrastruktur fasilitas perkotaan dan utinitas.

Sedangkan pada pilar Smart Environment, Pemkab Paser memfokuskan pembangunan lingkungan yang bersih dan ramah lingkungan yang dititik beratkan pada peningkatan pengelolaan sampah terpadu dan pembangunan sistem penerangan jalan.

“Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen untuk melanjutkan meningkatkan implementasi Smart City dan kami akan terus berbenah dan berinovasi. Saya berharap untuk semua pihak untuk dapat bersinergi dan saling mendukung dalam mewujudkan kota Smart City,” ujarnya.

Katsul menambahkan, ada beberapa hal yang memang harus ditinaklanjuti yaitu terkait dengan kelengkapan dokumen dokumen inovasi perangkat daerah.

Sekretaris Diskominfostaper Paser, Mulyadi Rahman, mengatakan perangkat daerah sudah menjalankan semua QuickWin atau program percepatan untuk memenuhi penilaian Smart City.

“Contoh misal di Smart Government di smart government ini kita sudah meningkatkan layanan kualitas publik kita, maka dari itu didalam survei yang kita lakukan nilainya sudah mencapai 4 semua yang artinya sudah sangat memuaskan dengan nilai tertinggi yaitu nilai 5,” terangnya.

Hal itu menunjukkan, layanan kualitas publik di Paser sudah cukup bagus terutama di layanan perizinan dan layanan kependudukan.

Diskominfostaper Paser, lanjut Mulyadi, juga telah melakukan survei Tekhnologi Informasi (TI) secara umum mereka sudah menyiapkan sendiri sendiri baik dari segi komputer, dari segi layanan digitalisasi dan dari segi SDM.

“Ada  satu program yang QuickWin yang berlanjut 2 sampai 3 tahun bahwa seperti apa yang kami sampaikan pada tahun kemarin. Kami sudah membuat total layanan terpadu yaitu Paser Smart Service, dimana disitu aplikasi aplikasi yang ada di kabupaten Paser bisa dapat diakses oleh masyarakat menjadi 1 portal,” ungkapnya.

Jika membuka Paser Smart Service bisa didownload di play store akan terlihat semua layanan. Pada tahun ini, akan dikembangkan dengan 1 user name atau password sehingga masyarakat dapat membuka seluruh aplikasi yang ada di Kabupaten Paser.

“Untuk kendala yang kita hadapi mungkin dari anggaran,  literasi digital masyarakat yang perlu kita tingkatkan dan dari segi SDM TIK kita untuk saat ini, sebenarnya banyak orang yang berkompeten dengan jurusan Sarjana Komputer tetapi tidak memiliki kompetensi subtifikasi entah itu untuk pembuatan aplikasi atau sistem informasi,” tutur Mulyadi.

Pada evaluasi Tahap II Smart City Kabupaten Paser, lima orang tenaga ahli melakukan penilaian antara lain Wahyudi Kumorotomo, Akademisi Universitas Gajah Mada, Irwan Sembiring, Akademisi niversitas Kristen Satya Wacana, Wiwin Sulistyo, Universitas Kristen Satya Wacana,  Erda Rindrasih, Akademisi Universitas Gadjah Mada, dan Iqbal dari Kementerian Pariwisat Ekonomi Kreatif.

Pewarta: Asmadi, Editor: Hutja

Total Views: 30 ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *