Tutup Diklat Pengawas Sekolah, Plt Kadisdikbud Paser : Jadilah Pengawas yang Komunikatif

TANA PASER, MCKabPaser – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser Murhariyanto menutup pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon pengawas sekolah di hotel Kyriad Sadurengas, Selasa (07/12/2021).

Murhariyanto berpesan kepada 26 peserta diklat pengawas sekolah, jika nanti dinyatakan lulus, agar dapat menjalin komunikasi yang baik dengan guru dan kepala sekolah.

Plt Kepala Disdikbud yang juga Asisten Administrasi Umum Setda Paser ini menilai, peserta calon pengawas adalah pendidik yang berpengalaman. Oleh karena itu Ia meminta mereka untuk tidak segan bertanya kepada para pengawas senior.

Dalam mengawasi sekolah, guru, dan kepala sekolah, Murhariyanto berharap mereka untuk mengedapankan komunikasi yang baik, sehingga tercipta suasana dan iklim mengajar yang harmonis.

“Kita diskusikan apa yang kurang. Karena kalau gurunya harmonis, ia akan senang mengajar. Siswa pun juga mudah memperoleh pengetahuan,” katanya.

Murhariyanto mengatakan, tidak semua peserta yang lulus akan diangkat langsung menjadi pengawas sekolah. Disdikbud Paser akan mengangkat pengawas dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan kepala sekolah.

“Jika sudah ada pengganti kepala sekolahnya, akan kami angkat. Jadi bapak-ibu bersabar ya. Tapi kami berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan di sekolah masing-masing,” ucap Murhariyanto.

Kegiatan pengembangan karir pendidikan dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan dasar di Kabupaten Paser ini, menurut Ketua Pelaksana Diklat Ema Hermani, awalnya diikuti 47 pendaftar.

“Namun setelah diseleksi yang memenuhi persyaratan, hanya 26 orang yang bisa mengikuti calon pengawas sekolah,” ujar Ema.

Diklat yang dilaksanakan sejak 4 Oktober 2021 ini dilakukan dengan pola luring (tatap muka) dan daring (online) dengan menghadirkan narsumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Samarinda.

Ema menerangkan saat ini jumlah pengawas untuk sekolah tingkat dasar (TK, SD, dan SMP) sebanyak 22 orang, sementara kebutuhan pengawas sekolah hingga tahun 2024 di Kabupaten Paser diproyeksikan sebanyak 52 orang.

“Oleh karena itu kami mengadakan seleksi pengawas sekolah untuk memenuhi kekurangan tersebut,” ucapnya.  Ia berharap melalui seleksi ini kebutuhan pengawas sekolah di Kabupaten Paser dapat terpenuhi.

Acara diklat ini berlangsung penuh keakraban. Para peserta nampak lega dan bahagia setelah tiga bulan menjalani tahapan diklat yang menguras energi dan pikiran. Penutupan penuh canda dan tawa para peserta.

Pewarta : Hutja, Editor : Ropi’i

Total Views: 21 ,

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *