Berita

Paser Evaluasi KLA 2026, Susun RAD untuk Tingkatkan Predikat ke Nindya

Tana Paser – Pemerinta Kabupaten Paser melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar pertemuan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 sekaligus Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA Tahun 2026–2031, di ruang rapat Mall Pelayanan Publik, Kamis (23/4/2026)

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Paser Amir Faisol menyampaikan, penyusunan RAD KLA menjadi salah satu poin penting dalam penilaian evaluasi Kabupaten Layak Anak.

“Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi sedini mungkin berbagai kekurangan dan hambatan dalam pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak, sehingga dapat dirumuskan langkah perbaikan yang konkret untuk meningkatkan predikat Kabupaten Paser,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, LP2M Universitas Mulawarman ditunjuk sebagai pihak penyusun dokumen RAD KLA Kabupaten Paser Tahun 2026–2031, sementara Tanoto Foundation turut mendukung dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kabupaten Layak Anak.

FGD dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, masyarakat, Forum Anak, serta unsur media yang diwakili Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Paser. Seluruh peserta memberikan data, masukan, dan usulan strategis sesuai indikator penilaian KLA.

Kepala Pusat Studi Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak LP2M Universitas Mulawarman Dr. Suryaningsi.,M.H menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam penyusunan RAD KLA yang implementatif.

“Dokumen RAD KLA harus disusun berdasarkan kondisi riil daerah dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar implementasinya tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan anak di Kabupaten Paser,” ungkapnya.

Selain itu, dalam forum tersebut juga disampaikan harapan agar pada pertemuan berikutnya dapat melibatkan unsur dunia usaha atau perusahaan sebagai pilar keempat pendukung Kabupaten Layak Anak.

Melalui penyusunan RAD KLA Tahun 2026–2031 ini, Pemerintah Kabupaten Paser berharap tercipta pedoman pembangunan yang lebih terarah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *