Pelatihan Pengolahan Rumput Laut di Maruat Mulai Membuahkan Hasil, Masyarakat Dapat Pemasukan Tambahan
Tana Paser – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser melaksanakan pengawasan pengolahan rumput laut di Desa Maruat, Kecamatan Longkali, Kamis (30/04/26).
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keberhasilan program pelatihan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar mengatakan, program ini berawal dari kunjungan Bupati Paser pada tahun 2024 ke Desa Maruat.

“Dari kunjungan tersebut, pemerintah daerah melihat potensi besar rumput laut yang selama ini hanya dijual dalam bentuk bahan baku ke luar daerah,” kata Rizky
Menurut Rizky komoditas rumput laut tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah tapi juga bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi.
“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil olahan,” ucapnya.
Diketahui, pada tahun 2025, Disnakertrans Kabupaten Paser telah melakukan pelatihan pengolahan rumput laut yang diikuti 16 peserta. Di Desa Maruat.
Hasilnya, kini telah tercipta sedikitnya 14 jenis produk olahan rumput laut, di antaranya kerupuk, amplang, dodol, sirup, es krim, kue kering, serta berbagai jenis camilan lainnya berbahan dasar rumput laut.

Rizky menyebut pasca pelatihan menjadi fokus utama pemerintah daerah sehingga perlu dilakukan pendampingan secara berkelanjutan dilakukan mulai dari pembentukan kelompok usaha hingga pemasaran produk.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Produk-produk ini sudah mulai dipasarkan hingga ke Balikpapan,” tuturnya.
Selain memberikan pelatihan pengolahan, lanjut Rizky, Pemkab Paser juga akan memberikan pelatihan digital marketing agar produk olahan rumput laut ini memiliki daya saing dan jangkauan pasar yang lebih luas
Pemkab Paser juga membuka peluang dukungan melalui program Kredit Paser Tuntas dengan bunga 0 persen maupun skema CSR untuk pengadaan peralatan produksi yang lebih memadai.

Melalui program Paser Tuntas, diharapkan masyarakat dapat mengakses bantuan permodalan tanpa bunga untuk pengembangan usaha, termasuk pengadaan peralatan produksi.
“Kami berharap pengolahan rumput laut dapat menjadi ikon Kabupaten Paser sekaligus mendukung sektor pariwisata, di mana pengunjung dapat melihat langsung proses produksi dan membeli produk sebagai oleh-oleh khas daerah.
Sementara itu, Kepala Desa Maruat Saharudin menyampaikan bahwa ketersediaan bahan baku rumput laut di wilayahnya sangat melimpah dan mampu mendukung produksi dalam skala besar.
Pewarta: Machmud, Editor: Hutja

