Disdikbud Paser Gelar GSMS 2026, Perpedayak Kukuhkan Pengurus Baru
Tana Paser – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser menggelar Pagelaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 yang dirangkai dengan pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pemuda Dayak (Perpedayak) Kabupaten Paser masa bakti 2026–2030.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Awa Mang Kuruku, Kamis (22/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus memperkuat peran pemuda dalam pelestarian adat dan tradisi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser, Nonding, yang mewakli Bupati Paser Fahmi Fadli menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Paser atas pengukuhan pengurus Perpedayak. Ia berharap organisasi tersebut dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan semangat Paser Tuntas.
Menurut Nonding, Perpedayak memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta melestarikan norma, etika, dan budaya di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Paser.
“Perpedayak diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga nilai-nilai keagamaan, serta memelihara norma, etika, dan budaya di Kabupaten Paser yang multietnis. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus diperkuat,” ujar Nonding.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, menjelaskan bahwa program GSMS menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dan mempelajari seni budaya secara langsung dengan bimbingan para seniman.
Melalui program tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang seni, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, khususnya dalam bidang seni musik dan tari.

“Melalui program ini, para siswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari para seniman untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya daerah, khususnya di bidang seni musik dan seni tari,” kata M. Yunus Syam.
Ia menambahkan, pelestarian budaya daerah juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Pemuda tidak hanya menjadi pewaris adat istiadat dan tradisi, tetapi juga berperan sebagai penggerak agar kebudayaan tetap lestari dan relevan dengan perkembangan zaman.

Yunus berharap Perpedayak dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat komunikasi antargenerasi, serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas seni, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat.
“Mari bersama mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan aktif melestarikan seni budaya daerah,” pungkasnya.

