BeritaKesehatanPemerintahan

Bupati Fahmi: Infrastruktur dan Bidan Jadi Kunci Peningkatan Layanan Kesehatan Desa

TANA PASER – Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menegaskan peran strategis bidan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan program prioritas Paser TUNTAS, khususnya program “Anak Desa Harus Sehat dan Cerdas”.

Hal itu disampaikan Fahmi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Paser di Pendopo Lou Bepekat, Rabu (23/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Paser, Sinta Rosma Yenti.

Menurut Bupati Fahmi, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Paser terus memperkuat dukungan terhadap tenaga kesehatan, termasuk melalui pembangunan infrastruktur dan penyediaan sumber daya manusia kesehatan.

“Untuk mewujudkan program Anak Desa Harus Sehat dan Cerdas, kami membutuhkan bidan profesional sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu, anak, dan bayi,” kata Fahmi.

Ia mencontohkan pembangunan jembatan dan jalan penghubung di Desa Swanslutung, Prayon, dan Rantau Buta yang diresmikan pada Juni 2026. Infrastruktur tersebut dinilai tidak hanya mendukung perekonomian masyarakat, tetapi juga meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan.

Selain itu, Pemkab Paser juga memberikan beasiswa pendidikan kesehatan bagi putra-putri daerah melalui Politeknik Kesehatan Samarinda yang mencakup 70 mahasiswa keperawatan, 20 kebidanan, dan 10 promosi kesehatan.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Fahmi memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan serta membayarkan gaji dan insentif ASN maupun PPPK secara penuh.

Dalam kesempatan itu, Fahmi juga mengajak para bidan memperkuat kolaborasi dengan dukun beranak sebagai mitra strategis untuk mengedukasi ibu hamil dan mendorong persalinan di fasilitas kesehatan yang aman dan sesuai standar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, angka kematian ibu (AKI) terus menurun dari 12 kasus pada 2023 menjadi tujuh kasus pada 2024 dan kembali turun menjadi lima kasus pada 2025. Sementara angka kematian bayi (AKB) yang sempat turun dari 72 kasus pada 2023 menjadi 62 kasus pada 2024, kembali meningkat menjadi 73 kasus pada 2025.

Di sisi lain, prevalensi stunting di Kabupaten Paser juga menunjukkan tren perbaikan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat angka stunting sebesar 23,4 persen, sedangkan data SIGIZIKESGA 2025 menunjukkan penurunan menjadi 16,86 persen.

“Saya mengapresiasi dedikasi seluruh bidan di Kabupaten Paser dan saya berharap komitmen pelayanan kepada masyarakat terus diperkuat guna mendukung terwujudnya generasi Paser yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ungkapmya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *