Berita

Rajut Keberagaman di Long Ikis, Senator Sinta Rosma Yenti Kumpulkan Tokoh Agama dan Warga di Bukit Seloka

TANA PASER – Mengawali pekan di tengah masyarakat, Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Sinta Rosma Yenti, M.A., menyambangi Desa Bukit Seloka, Kecamatan Long Ikis, pada Senin (15/12/2025). Pertemuan yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Bukit Seloka ini menjadi momentum istimewa karena mempertemukan konstituen dari latar belakang yang sangat beragam.

Hadir dalam kegiatan tersebut masyarakat Desa Bukit Seloka dan Desa Kerta Bakti, serta para pengurus rumah ibadah, baik dari pengurus Masjid maupun Gereja se-Kecamatan Long Ikis. Mengusung tema “Menjaga Persatuan Dalam Keberagaman Dengan Nilai-Nilai Kebangsaan,” acara ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan toleransi.

Keberagaman Sebagai Kekuatan, Bukan Pemecah
Dalam sambutannya, Senator Sinta Rosma Yenti mengapresiasi kerukunan yang telah terjalin erat di wilayah Long Ikis. Ia menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh agama dari masjid dan gereja dalam satu forum adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila telah hidup di tengah masyarakat Paser.

“Hari ini kita melihat miniatur Indonesia di Bukit Seloka. Persatuan bukan berarti kita harus sama, tetapi bagaimana kita yang berbeda-beda ini tetap bisa berjalan beriringan. Peran tokoh agama sangat krusial dalam menjaga kondusivitas dan memastikan bahwa nilai kebangsaan menjadi payung bagi kita semua,” ujar Senator Sinta.

Pesan Persatuan untuk Ketahanan Desa
Di hadapan warga Desa Bukit Seloka dan Kerta Bakti, Sinta mengingatkan bahwa tantangan masa depan, seperti gesekan sosial di media sosial, hanya bisa ditangkal dengan rasa persaudaraan yang kuat. Ia mengajak para pengurus masjid dan gereja untuk terus berkolaborasi dalam program-masing sosial yang melibatkan seluruh lapisan warga tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Sebagai wakil daerah di tingkat pusat, Sinta juga berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi warga desa, terutama yang berkaitan dengan pembangunan fasilitas umum yang mendukung kegiatan sosial-keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *