Menuju Adiwiyata Mandiri, SMP Negeri 2 Tanah Grogot Matangkan Persiapan Bersama Seluruh Warga Sekolah
TANA PASER – SMP Negeri 2 Tanah Grogot terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan mempersiapkan diri menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Berbagai langkah strategis dilakukan sebagai bagian dari upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian sekolah yang sebelumnya telah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, SMP Negeri 2 Tanah Grogot menggelar rapat koordinasi pada Kamis (17/11/2022) untuk membahas persiapan menuju penilaian Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu dihadiri oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa yang tergabung dalam kader Adiwiyata.
Rapat dipimpin oleh Ketua Tim Adiwiyata SMP Negeri 2 Tanah Grogot, Drs. F. F. Saragih, M.Pd., dan didampingi Kepala SMP Negeri 2 Tanah Grogot, Yuli Warto, S.Pd. Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas berbagai langkah strategis, mulai dari pemenuhan dokumen administrasi hingga penguatan implementasi program pelestarian lingkungan di lingkungan sekolah.
Ketua Tim Adiwiyata, Drs. F. F. Saragih, M.Pd., menegaskan bahwa Program Adiwiyata bukan sekadar kegiatan seremonial atau program yang dijalankan menjelang penilaian. Menurutnya, Adiwiyata merupakan upaya membangun karakter dan budaya hidup bersih, sehat, serta peduli terhadap lingkungan yang harus diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah.
Ia berharap seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua dapat memberikan dukungan penuh agar SMP Negeri 2 Tanah Grogot berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Selain membahas kelengkapan administrasi, rapat juga mengevaluasi berbagai aspek pengelolaan lingkungan sekolah. Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi pembagian area kebersihan setiap kelas, pemilahan dan pengolahan sampah, sanitasi lingkungan, kebersihan toilet, penghijauan sekolah, hingga dokumentasi seluruh kegiatan sebagai bagian dari bukti pelaksanaan Program Adiwiyata.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kendala yang masih dihadapi sekolah turut dibahas untuk dicarikan solusi bersama agar seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal.
Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser. Kedua instansi memberikan pendampingan sekaligus masukan kepada sekolah terkait persiapan penilaian Adiwiyata Mandiri.
Mereka mengingatkan pentingnya menyiapkan dokumen pendukung secara lengkap, termasuk dokumentasi berupa foto-foto kegiatan yang menunjukkan implementasi nyata Program Adiwiyata di lingkungan sekolah. Dokumentasi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam proses verifikasi oleh tim penilai.
Selain itu, dijelaskan bahwa sekolah yang berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri akan menjadi sekolah binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Salah satu persyaratan utama untuk memperoleh predikat tersebut adalah memiliki sedikitnya dua sekolah binaan yang dibimbing dalam penerapan Program Adiwiyata.
Melalui berbagai persiapan yang dilakukan secara menyeluruh, SMP Negeri 2 Tanah Grogot optimistis mampu memenuhi seluruh indikator penilaian dan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Paser dalam mewujudkan pendidikan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

