Berita

Lomba Desa 2026 Masuki Tahap Lima Besar, Diharap Tingkatkan Pembangunan Desa

Tana Paser – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Katsul  Wijaya mengatakan, Pemerintah Kabupaten terus mendorong peningkatan kualitas pembangunan desa melalui pelaksanaan Lomba Desa tingkat kabupaten tahun 2026 di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Selasa(21/04/26).

Untuk pelaksanaan tahun ini, sebanyak 10 kecamatan mengirimkan perwakilan desa, yang kemudian diseleksi menjadi lima besar untuk mengikuti tahap presentasi antara lain Desa Klempang Sari Kuaro, Suliliran Baru Paser Belengkong, Tapis Tanah Grogot, Uko Muara Komam, dan Tajur Long Ikis.

“Melalui lomba desa ini, kita berharap seluruh desa dapat terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam mewujudkan Paser Tuntas yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera,” kata Katsul.

Melalui kegiatan ini Pemkab Paser, kata Katsul, ingin memastikan pembangunan desa berjalan optimal dan berkelanjutan. Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam penyusunan dan penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa agar selaras dengan program pembangunan daerah.

Kepada para peserta, ia berpesan agar menampilkan kondisi desa secara nyata, baik melalui presentasi maupun fakta di lapangan. Pasalnya, penilaian tidak hanya berdasarkan pemaparan, tetapi juga kesesuaian dengan kondisi riil.

Katsul juga memberikan penghargaan kepada Desa Padang Jaya yang pada tahun sebelumnya berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat regional Kalimantan dan Sulawesi. Menurutnya, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembangunan.

“Lomba desa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana evaluasi perkembangan desa. Persaingan tentu ketat, namun yang terpenting adalah bagaimana desa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Katsul.

Kepala DPMD Paser Chandra Irwanadhi mengatakan, terdapat sejumlah indikator penting yang menjadi perhatian dalam penilaian, di antaranya ketahanan pangan, pengendalian inflasi, penanganan stunting, serta pemutakhiran data sosial ekonomi desa.

“Data yang akurat dinilai sangat penting dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan,” katanya.

Selain itu, pada tahun ini terdapat tambahan indikator penilaian khusus yang diterapkan di Kabupaten Paser, yakni penguatan kebijakan lokal seperti penanganan sampah, ketahanan pangan, dan pengendalian inflasi.

Tambahan indikator ini menjadi nilai lebih bagi Paser, karena menunjukkan keseriusan dalam membangun desa, bahkan pada aspek yang belum menjadi indikator utama di tingkat provinsi maupun nasional.

Chandra menilai, perkembangan desa di Kabupaten Paser saat ini telah melampaui ekspektasi. Hal ini terlihat dari meningkatnya indeks pembangunan desa yang menunjukkan tren positif.

“Perkembangan desa kita sangat pesat. Desa yang sebelumnya menjadi juara sudah mampu menularkan keberhasilannya ke desa lain, sehingga kini desa-desa di Paser mulai bersaing secara positif. Beberapa wilayah seperti Muara Komam, Batu Sopang hingga kawasan Rantau Buta dan Rantau Layung disebut mengalami perkembangan yang signifikan,” paparnya.

Lomba Desa dinilai berhasil mendorong peningkatan di berbagai sektor pembangunan desa. Chandra mengatakan desa-desa yang masuk lima besar pada tahun ini akan mendapatkan perhatian khusus agar dapat berkembang lebih optimal dan menjadi pusat pertumbuhan bagi desa-desa di sekitarnya.

“Desa yang masuk lima besar dan juara akan kita treatment khusus agar bisa menjadi motor penggerak bagi desa lain di sekitarnya,” ujarnya.

Pewarta: Machmud, Editor: Hutja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *