Sukses Gelar PITTC 2026, Bupati Fahmi Pastikan Paser Open Jadi Agenda Tahunan Sport Tourism
TANA PASER – Paser International Table Tennis Championship (PITTC) 2026 resmi ditutup setelah sepekan menghadirkan pertandingan berkelas internasional di GOR Sadurengas, Kabupaten Paser, Minggu (26/7/2026).
Kejuaraan yang diikuti puluhan klub dan atlet dari berbagai negara itu dinilai sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun capaian prestasi atlet, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Paser sebagai destinasi baru penyelenggaraan olahraga internasional di Kalimantan Timur.
Penutupan turnamen ditandai dengan Closing Ceremony oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli. Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, PTMSI, sponsor, aparat keamanan, relawan, hingga para atlet dan ofisial yang telah menyukseskan kejuaraan tenis meja internasional perdana di Kabupaten Paser.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan Paser International Table Tennis Championship 2026 berjalan lancar dan sukses. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang,” ujar Fahmi.
Menurutnya, keberhasilan PITTC 2026 bukan hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan, tetapi juga dari prestasi yang diraih kontingen Kabupaten Paser. Tuan rumah berhasil merebut gelar juara pada nomor Tunggal Putra dan Tunggal Putri, serta finis sebagai runner-up Mixed Doubles, sebuah pencapaian yang menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan atlet daerah.

Fahmi menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kabupaten Paser dalam mengembangkan olahraga prestasi sekaligus memperkuat sektor sport tourism. Ia memastikan kejuaraan tersebut akan terus dilanjutkan dan dikembangkan sebagai agenda tahunan.
“Insyaallah, turnamen ini akan kami selenggarakan setiap tahun. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Paser Open edisi berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan mampu menarik lebih banyak atlet dari berbagai negara,” katanya.

Bupati mengakui bahwa sebagai penyelenggaraan perdana, masih banyak komunitas tenis meja internasional yang belum mengenal PITTC. Namun, ia meyakini keberhasilan tahun ini akan menjadi promosi efektif sehingga kejuaraan tersebut semakin dikenal dalam kalender tenis meja internasional.
Selama penyelenggaraannya, PITTC 2026 menghadirkan persaingan ketat dari 25 klub serta peserta dari enam negara, yakni Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, India, dan Kamboja, selain atlet-atlet terbaik Indonesia. Kehadiran peserta mancanegara menjadi bukti bahwa Kabupaten Paser mampu menjadi tuan rumah event olahraga bertaraf internasional.
“Partisipasi para atlet dan ofisial dari berbagai negara telah membuktikan bahwa Paser bukan daerah yang sulit dijangkau. Mereka hadir, bertanding, dan merasakan langsung suasana yang aman, nyaman, serta penuh semangat sportivitas,” ujar Fahmi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menampilkan pertandingan berkualitas sepanjang turnamen. Kepada para juara, Fahmi mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih, sementara atlet yang belum berhasil diminta tetap menjaga semangat berlatih dan menjadikan pengalaman di PITTC sebagai bekal menghadapi kompetisi berikutnya.
Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, penyelenggaraan PITTC 2026 juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah maupun luar negeri turut meningkatkan aktivitas perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro di Kabupaten Paser selama kejuaraan berlangsung.
Keberhasilan PITTC 2026 sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Paser menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan daerah. Melalui konsep sport tourism, pemerintah daerah berharap berbagai kejuaraan berskala nasional dan internasional dapat terus digelar untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Paser sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Paser International Table Tennis Championship 2026 merupakan turnamen tenis meja internasional pertama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Paser. Kejuaraan ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam mengembangkan sport tourism dan meningkatkan prestasi olahraga, sejalan dengan upaya memperluas promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan penyelenggaraannya mendapat apresiasi dari berbagai kalangan dan dinilai membuka peluang bagi Kabupaten Paser untuk menjadi salah satu tuan rumah event olahraga internasional secara berkelanjutan.

