Pentingnya Peran Perempuan untuk Pembangunan di Paser

TANA PASER, MCKabPaser – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser menggelar rapat kordinasi (rakor) dengan 18 organisasi wanita secara daring melalui zoom meeting, Rabu (23/02/2021).

Kabid Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pemberdayaan Perempuan pada DP2KBP3A Paser Kasrani mengatakan rapat tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Rakor diisi dengan penyampaian program kegiatan DP2KBP3A dan masing-masing organisasi wanita, diskusi dan tanya jawab.

Kasrani mengatakan perempuan berperan sebagai mitra Pemerintah sama halnya dengan pria, yaitu diwujudkan melalui peningkatan kemandirian dan peran aktifnya dalam pembangunan.

“Termasuk upaya mewujudkan ketahanan keluarga yaitu membangun keluarga yang beriman dan bertakwa, sehat, serta untuk tumbuh kembang anak dan remaja,” katanya.

Kasrani mengemukakan, pelanggaran terhadap hak-hak perempuan masih sering terjadi, misalnya kekerasan terhadap perempuan, pembedaan upah, pelanggaran hak-hak kerja, kejahatan seksual, maupun isu kekerasan dalam rumah tangga yang banyak merugikan perempuan.

“Tindakan kekerasan terhadap perempuan maupun bentuk kejahatan dan diskriminasi lainnya merupakan pelanggaran hak asasi manusia sehingga perlu dilindungi,” jelas Kasrani.

Selain perempuan Kasrani juga menambahkan bahwa anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa dan penentu kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan, juga perlu mendapat perhatian dan perlindungan sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.

Untuk itu Kasrani meminta agar semua organisasi wanita bersatu, bersinergi untuk mewujudkan Perempuan yang handal di Kabupaten Paser.

Akhir dari rakor diadakan penyampaian program dari seluruh organisasi perempuan kabupaten Paser sekaligus menyampaikan profil serta pembentukan Panitia peringatan Hari Kartini Tahun 2021.

Adapun dalam diskusi menghasilkan beberapa rancangan sebagai masukkan kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Peremberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pada masa yang akan datang. Adapun rancangan-rancangan.

Diantaranya adanya bantuan operasional bagi organisasi wanita untuk mendukung program.

Rekomendasi lain yaitu meningkatkan Kepedulian semua lembaga baik pemerintah maupun non Pemerintah serta anggota Masyarakat
Melaksanakan Program perioritas meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi
sosial dan budaya.

Pewarta: Hutja, Editor: Ropii

Total Views: 1128 ,

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *